Tuesday, February 23, 2021

Riwayat Ki Ngabehi Soerodiwirjo

 

Riwayat Ki Ngabehi Soerodiwirjo

Pendiri Persaudaraan Setia Hati

 

        Ki Ngabehi Soerodwirdjo/ Masdan lahir pada hari Sabtu Pahing 1869, beliau adalah keturunan dari bupati Gresik. Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo adalah manteri cacar Ngimbang-Lamongan yang memiliki 5 putera, yaitu: Ki Ngabehi Soerodwirjo (Masdan), Noto/Gunari (di Surabaya), Adi/ Soeradi (di Aceh), Wongsoharjo (di Madiun), Kartodiwirjo (di Jombang). Saudara laki2 dari ayahnya R.A.A Koesomodinoto menjabat sebagai bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong dari Ponorogo (Putra Prabu Brawijaya Majapahit).

Pada tahun 1883 beliau lulus sekolah rakyat 5 tahun, selanjutnya ikut saudara ayahnya Ki Ngabehi Soeromiprojo yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo kemudian pindah sebagai Wedono Sedayu-Lawas Surabaya. Saat berumur 15 tahun beliau magang menjadi juru tulis Op Het Kantoor Van De Controleur Van Jombang, disana sambil belajar mengaji beliau juga belajar pencak silat yang merupakan dasar dari kegemaranya untuk memperdalam pencak silat di kemudian hari.


 

Pada tahun 1885 beliau magang di kantor Kontroleur Bandung, dari sini beliau belajar pencak silat kepada pendekar2 periangan/pasundan sehingga didapatlah jurus2 seperti: Cimande, Cikalong, Cipetir, Cibaduyut, Cilamaya, Ciampas, Sumedangan.

Pada usia 17 tahun (1886) beliau pindah ke Batavia/ Jakarta, dan memanfaatkan untuk memperdalam pencak silat hingga menguasai jurus2: Betawen, Kwitang, Monyetan, Permainan toya (stok spel).

Pada 1887 beliau ikut kontrolir belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar gerakan2 mirip jurus2 dari Jawa barat. Pertengahan tahunnya ikut kontroler belanda ke Padang, dan bekerja tetap pada bidang yang sama. Didaerah Padang hulu dan hilir beliau mempelajari gerakan2 yang berbeda dari pencak Jawa. Selanjutnya beliau berguru kepada Datuk Raja Betuah seorang pendekar dan guru kebatinan dari kampung Alai, Pauh, kota Padang. Pendekar ini adalah guru yang pertama kali di Sumatera Barat. Datuk Raja Betuah mempunyai kakak bernama Datuk Panghulu dan adiknya bernama Datuk Batua yang ketiganya merupakan pendekar termasyur dan dihormati masyarakat.

Pada usia 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis padang, puteri seorang guru ilmu kebatinan yang berdasar islam (tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari sang gadis pujaan yang berbunyi “SIAPAKAH MASDAN INI” dan “SIAPAKAH SAYA INI”. Karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan pikiranya sendiri maka beliau berguru kepada seorang ahli kebatinan bernama Nyoman Ida Gempol yaitu seorang punggawa besar kerajaan Bali yang dibuang Belanda ke Padang. Ia dikenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (bandingkan dengan nama desa Winongo-Madiun-Tengah-Madya). Dari sini Ki Ngabehi mendapat falsafah TAT TWAM ASI (ia adalah aku).

Kemudian pada tahun yang sama beliau belajar pencak silat selama 10 tahun kepada pendekar Datuk Raja Batuah dan mendapat tambahan jurus2 dr daerah padang, antara lain: Bungus (uit de haven van teluk bayur), Fort de Kock, Alang-lawas, Lintau, Alang, Simpai, Sterlak. Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun berupa pakaian hitam komplit.

Selanjutnya ilmu yang diperoleh dari Nyoman Ida Gempol disatukan dengan pencak silat serta ilmu kebatinan yang diperoleh dari Datuk Raja Batuah sehingga menjadi aliran pencak silat baru yang nantinya oleh Ki Ngabehi Soerodiwirjo dinamakan SETIA HATI.

Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab dengan ilmu dr setia hati diatas dan gadis itu menjadi istri beliau, tetapi dari perkawinan ini belum mempunyai keturunan.


Isrti dan Ki Ngabehi Soerodiwirjo

Pada usia 29 tahun beliau bersama istrinya pergi ke Aceh dan bertemu adiknya yang bernama Soeradi yang menjabat sebagai kontrolir DKA di LhoukSeumawe, didaerah ini beliau mendapat jurus kucingan dan permainan binja. Pada tahun tersebut guru besar beliau Raja Kenanga Mangga Tengah diizinkan pulang ke bali. Ilmu beliau dapat dinikmati saudara2 SH dengan motto “GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN” “GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”.

Tahun 1900 Ki Ngabehi kembali ke betawi bersama istrinya dan beliau bekerja sebagai masinis stoom wals. Kemudian beliau bercerai, dimana ibu Soerodoworjo pulang ke padang dan beliau ke bandung.

Tahun 1903 KiNgabehi kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai polisi dienar hingga mencapai pangkat sersan mayor. Di Surabaya beliau terkenal dengan keberanianya menumpas kejahatan, kemudian beliau pindah ke ujung dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut2 asing.

Murid-murid Ki Ngabehi Soerodiwirjo


Pada tahun ini beliau mendirikan persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER (STK) -LANGEN MARDI HARDJO (Djojo Gendilo) pd Jum’at legi 10 Suro 1323 H / 1903M. Tahun yang diklaim sebagai hari lahirnya SH Winongo, dan mengklaim mewarisi ilmu langsung dari eyang suro, sering mengklaim diri sebagai STK -Sedulur Tunggal Kecer.

Pada tahun 1905 untuk kedua kalinya beliau melangsungkan pernikahan yaitu dengan ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dari pernikahan ini mendapatkan 3 orang putra dan 2 orang putri dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil.

Beliau berhenti dari polisi Dienar (1912) bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

Tahun 1914 beliau kembali ke Surabaya dan bekerja pd DKA Surabaya, selanjutnya pindah ke Madiun di Magazijn DKA dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Persaudaraan DJOJOGENDILO CIPTO MULJO diganti nama menjadi Persaudaraan “Setia Hati” Madiun pada tahun 1917. Tahun 1933 beliau pensiun dari jabatanya dan menetap di desa Winongo, Madiun.

Tahun 1944 beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari jum’at legi 10 Nov 1944 jam 14.00 (bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H) di rumah kediaman beliau di Winongo, dan di makamkan di pasarean Winongo degnan Kijing batu nisan granik dan dikelilingi bunga melati.

Pesan beliau sebelum wafat :

"Jika saya sudah berpulang keRahmatullah supaya saudara2 SH tetap bersatu hati, tetap rukun lahir batin"


Jika saya meninggal dunia harap saudara2 SH memberi maaf kepada saya dengan tulus ikhlas;


Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih hidup di dunia fana ini;

Sehabis pemakaman dibacakan ayat suci Al-Qur'an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Ageng Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat " Lailatul Qadar " ( temurunya Wahyu Illahi ).

 
 
SALAM PERSAUDARAAN

 

Monday, February 15, 2021

Sejarah IPSI

IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA
1. SEJARAH IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI) 
 
         Upaya untuk mempersatukan pencak silat sebetulnya sudah dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1922 di Segalaherang, Subang, Jawa Barat, didirikan Perhimpunan Pencak Silat Indonesia untuk menggabungkan aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Pada masa pendudukan Jepang, Presiden Soekarno, pernah menjadi pelindungnya. Upaya serupa juga diadakan di Yogyakarta. Pada tahun 1943, beberapa pendekar pencak silat, yaitu R Brotosoetarjo dari Budaya Indonesia Mataram, Mohamad Djoemali dari Taman Siswa, RM Harimurti dari Krisnamurti, Abdullah dari Pencak Kesehatan, R Soekirman dari Rukun Kasarasaning Badan, Alip Purwowarso dari Setia Hati Organisasi, Suwarno dari Setia Hati Terate, R Mangkupujono dari Persatuan Hati dan RM Sunardi Suryodiprojo dari Reti Ati, mendirikan organisasi yang bernama Gapema (Gabungan Pencak Mataram) untuk bersama-sama menggalang pencak silat yang tumbuh di Kesultanan Yogyakarta. Gapema ini merupakan sebuah batalyon yang seluruh anggotanya adalah pesilat dan turut berjuang dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1947, di Yogyakarta juga berdiri satu organisasi bernama Gapensi (Gabungan Pentjak Seluruh Indonesia) yang bertujuan mempersatukan aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Gapensi didirikan oleh Mohamad Djoemali dari Taman Siswa bersama beberapa tokoh pencak silat, yaitu RM Soebandiman Dirdjoatmodjo dari Perisai Diri, Ki Widji Hartani dari Prisai Sakti Mataram, R Brotosoetarjo dari Budaya Indonesia Mataram dan Widjaja. Meskipun organisasi di Jawa Barat dan Yogyakarta, ini bercita-cita nasional, keanggotaannya masih berskala lokal. Untuk itu PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia), yang kemudian berganti nama menjadi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), mengadakan sebuah Konperensi Bagian Pentjak di Solo pada tanggal 2 Juni 1948. Pertemuan tersebut sebelumnya telah diawali dengan rapat pembentukan Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia di Solo pada awal tahun 1947 yang diprakarsai oleh Mr Wongsonegoro, yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Dari hasil rapat ini dibentuklah panitia IPSI (Ikatan Pentjak Seloeroeh Indonesia) pada bulan Mei 1947 yang diketuai oleh Mr Wongsonegoro. IPSI bernaung di bawah Kementerian Pembangunan dan Pemuda.Para pendiri IPSI pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta adalah:

  1. ·         Mr Wongsonegoro, Ketua Pusat Kebudayaan Kedu
  2. ·         Soeratno Sastroamidjojo, Sekretaris Pusat Kebudayaan Kedu
  3. ·         Marjoen Soedirohadiprodjo dari Setia Hati Organisasi
  4. ·         Dr Sahar dari Silat Sumatera
  5. ·         Soeria Atmadja dari Pencak Jawa Barat
  6. ·         Soeljohadikoesoemo dari Setia Hati Madiun
  7. ·         Rachmad Soeronegoro dari Setia Hati Madiun
  8. ·         Moenadji dari Setia Hati Solo
  9. ·         Roeslan dari Setia Hati Kediri
  10. ·         Roesdi Imam Soedjono dari Setia Hati Kediri
  11. ·         S Prodjosoemitro, Ketua PORI Bagian Pencak
  12. ·         Mohamad Djoemali dari Yogyakarta
  13. ·         Margono dari Setia Hati Yogyakarta
  14. ·         Soemali Prawiro Soedirdjo dari Ketua Harian Persatuan Olahraga Republik Indonesia
  15. ·         Karnandi dari Kementerian Pembangunan dan Pemuda
  16. ·         Ali Marsaban dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan

Dengan didirikannya organisasi ini diharapkan bahwa pencak silat dapat digerakkan dan disebarluaskan sampai ke berbagai pelosok di tanah air sebagai suatu ekspresi kebudayaan nasional. Masyarakat juga mengharapkan bahwa pencak silat distandarisasi agar dapat diajarkan sebagai pendidikan jasmani di sekolah-sekolah dan dapat dipertandingkan dalam even-even olahraga nasional. Sesuai dengan keinginan tersebut, langkah pertama yang diusahakan oleh IPSI adalah terbentuknya suatu sistem pencak silat nasional yang dapat diterima oleh seluruh perguruan pencak silat yang ada di tanah air. Untuk sementara waktu, diadopsikan sebagai standaard system pelajaran pencak silat dasar yang sudah disusun oleh RM S Prodjosoemitro dan diajarkan di sekolah-sekolah di wilayah Solo dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Balai Kota Surakarta. Hasil dari usaha standarisasi awal pencak silat ini dipertunjukkan oleh kurang lebih 1.000 pesilat anak-anak dalam demonstrasi senam pencak silat massal pada Pembukaan PON I tanggal 8-12 September 1948 di Solo. Sejak PON I tersebut, pencak silat dilombakan sebagai demonstrasi dalam kategori solo dan ganda, baik tangan kosong maupun senjata. Tidak semua aliran dan perguruan pencak silat sepakat mengenai perlunya organisasi nasional. Ada yang khawatir bahwa dengan penyusunan sistem pencak silat nasional maka persatuan aliran-aliran pencak silat tidak akan terlaksana, bahkan akan terdapat perpecahan karena tiap aliran atau perguruan pencak silat akan mengklaim dirinya yang terbaik. Pada awalnya Gapensi ikut menolak karena anggota panitia IPSI dianggap didominasi oleh anggota perguruan pencak silat Setia Hati. Selain itu, beberapa perguruan pencak silat di daerah Kauman, yang saat ini dikenal dengan nama Tapak Suci, ikut menolak karena Mr Wongsonegoro yang dijadikan Ketua IPSI dikenal sebagai salah seorang tokoh aliran kebatinan. Salah satu anggota Gapensi, yaitu Sukowinadi, kemudian mendirikan organisasi yang bernama Perpi (Persatuan Pencak Indonesia) yang menaungi perguruan pencak silat Benteng Mataram, Mustika, Bayu Manunggal, Bima Sakti dan Trisno Murti. Organisasi baru ini didukung oleh Phasadja Mataram dan Tapak Suci. Persatuan dan kesatuan jajaran pencak silat di Indonesia masih belum benar-benar terwujud dengan adanya berbagai organisasi pencak silat tersendiri di luar IPSI seperti Gapensi, Perpi, Putra Betawi, dan lainnya. Ditambah lagi pada tahun 1950 ketika terjadi pergolakan pemberontakan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh kelompok gerakan separatis DI/TII. Panglima Teritorium III, Kolonel RA Kosasih, dibantu oleh Kolonel Hidayat dan Kolonel Harun, pada bulan Agustus 1957 mendirikan PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) di Bandung yang bertujuan menggalang kekuatan jajaran pencak silat untuk menghadapi DI/TII yang berkembang di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah bagian barat dan DI Yogyakarta. Sesuai dengan wilayah pembinaannya, yang masuk dalam PPSI adalah perguruan pencak silat aliran Pasundan.

Akibat dibentuknya PPSI menimbulkan dualisme pembinaan dan pengendalian pencak silat di Indonesia. Pendekar-pendekar Jawa Barat merasa bahwa kegiatan yang diprakarsai IPSI didominasi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak mencapai Jawa Barat. Menurut pendekar Jawa Barat tetap diperlukan suatu organisasi khusus untuk mengayomi dan mengembangkan perguruan-perguruan pencak silat yang beraliran Jawa Barat. Pada tahun 1950-an IPSI dan PPSI bersaing berebut pengaruh di dunia persilatan dengan saling banyak mendirikan cabang di seluruh provinsi di Indonesia. PPSI berkembang di daerah Jawa Barat, Lampung dan Jawa Timur bagian timur. Pada tanggal 21-23 Desember 1950 di Yogyakarta diadakan Kongres IPSI II yang memutuskan untuk mengukuhkan organisasi dan menyusun Pengurus Besar IPSI di mana Mr Wongsonegoro diangkat sebagai Ketua Umum, Sri Paduka Paku Alam sebagai Wakil Ketua Umum dan Rachmad sebagai Penulis I. Gapensi dan Perpi ikut bergabung dengan IPSI. Tokoh-tokoh Gapensi dan Perpi menduduki jabatan penting dalam keorganisasian IPSI. RM Soebandiman Dirdjoatmodjo kemudian diangkat sebagai Kepala Seksi Pencak di Inspeksi Pendidikan Jasmani yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Jawa Timur. Pada tahun 1952 dibentuk Lembaga Pencak Silat di bawah Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Pada tahun 1953 aktivitas pencak silat dipindahkan dari Jawatan Pendidikan Masyarakat ke Jawatan Kebudayaan. Pada tahun tersebut juga diadakan Kongres IPSI III di Bandung. Demonstrasi pencak silat yang bersifat internasional dalam misi kebudayaan Indonesia dilakukan pada tahun 1955 di Praha, Leningrad, Budapest dan Kairo. Sistem pencak silat nasional yang telah distandarisasi oleh IPSI ternyata belum dapat memenuhi harapan masyarakat, sehingga peralihan pencak silat dari sarana beladiri menjadi sejenis senam jasmani memakan waktu yang cukup lama. Tim ahli teknik IPSI yang terdiri dari pakar-pakar dari berbagai aliran dan perguruan pencak silat mempelajari ratusan kaidah dan gerak kemudian mencoba menyatukan mereka tanpa menghilangkan warna-warni yang khas. Mereka juga harus menyesuaikan sistem pelajaran tradisional pencak silat yang berpatokan kepada jurus (seri atau kumpulan gerakan) dengan prinsip olahraga modern.

Pada tahun 1960, PB IPSI membentuk Laboratorium Pencak Silat yang bertujuan untuk menyusun peraturan pertandingan pencak silat yang baku dan memenuhi kriteria suatu pertandingan olahraga yang dapat dipertandingkan di tingkat nasional. Anggota laborat tersebut terdiri dari Arnowo Adji HKP dari Perisai Diri, Januarno dan Imam Suyitno dari Setia Hati Terate, Mochamad Hadimulyo dibantu Dr Rachmadi Djoko Suwignjo dan Dr Mohamad Djoko Waspodo dari Nusantara. Selain mengalami kesulitan teknis dalam mengembangkan metode dan sistematika olahraga yang dapat diterima oleh semua pihak, IPSI juga mendapat resistensi dari kalangan pendekar tradisional yang enggan menerima pemikiran-pemikiran baru karena tidak menginginkan reduksi pencak silat hanya kepada satu bentuknya, yaitu olahraga. Mereka khawatir bahwa aspek integral yang lain, khususnya aspek seni dan aspek spiritual, akan diabaikan dan tidak dapat dirasakan lagi sebagai unsur-unsur yang saling terkait dalam satu totalitas sosiokosmik. Kesulitan juga datang dari luar dunia pencak silat, karena persaingan yang ketat dari beladiri impor. Antara tahun 1960 - 1966, pada waktu terjadi kemerosotan ekonomi dan politik negara yang turut berdampak terhadap IPSI, beladiri karate dari Jepang secara resmi masuk Indonesia dan dengan tangkasnya memasuki kalangan pelajar dan militer. Pada awalnya, karate dan judo dipraktikkan sebagai olahraga dan dipertandingkan di depan umum. Penerimaan yang positif terhadap beladiri asing, memaksa kalangan pencak silat untuk berpikir dan berbuat lebih baik dalam usaha mengembangkan pencak silat olahraga. Kehadiran karate di Indonesia merupakan cambuk yang benar-benar efektif untuk membangunkan kalangan pencak silat dari tidurnya. Penggeseran konseptual akhirnya terjadi, meskipun beberapa pendekar pencak silat keberatan apabila makna pencak silat sebagai unsur kebudayaan dalam arti luas dipersempit agar aspek olahraga dapat diutamakan. Pada bulan Januari 1961 IPSI dipindahkan dari Jawatan Kebudayaan ke Jawatan Pendidikan Jasmani, kemudian pada tanggal 31 Desember 1967 IPSI turut aktif dalam mendirikan KONI. Jawatan Pendidikan Jasmani menyelenggarakan Seminar Pencak Silat Seluruh Indonesia yang membahas masalah penyusunan cara pertandingan pencak silat nasional. Kemudian dilakukan uji coba pertandingan bebas full body contact di Solo dan Madiun. Pada tahun yang sama berlangsung PON V di Bandung yang juga mempertandingkan pencak silat. Pada tahun 1970-an muncul kerangka konseptual di mana induk-induk olahraga beladiri dianggap sebagai alat pertahanan nasional. Sebagai akibatnya cabang-cabang ilmu beladiri mulai ditempatkan di bawah pimpinan tokoh-tokoh militer. Pada Kongres IPSI IV tahun 1973 di Jakarta, Ketua Umum PB IPSI Mr Wongsonegoro yang saat itu usianya sudah sangat tua diganti oleh Brigjen TNI Tjokropranolo, Gubernur DKI Jakarta. Pada tanggal 20-24 Nopember 1973 diadakan Seminar Pencak Silat III di Bogor, nama Ikatan Pentjak Seloeroeh Indonesia diubah menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia. Dia dengan dibantu oleh beberapa perguruan pencak silat melakukan pendekatan kepada pimpinan PPSI yang akhirnya dalam keputusan Kongres IPSI IV ini PPSI bergabung ke dalam IPSI walaupun masih ada beberapa anggotanya yang tetap bertahan. Kebetulan ketiga pimpinan PPSI satu corps dengan dia di Corps Polisi Militer. Perguruan-perguruan tersebut dianggap telah berhasil mempersatukan kembali seluruh jajaran pencak silat ke dalam organisasi IPSI.

Pada masa kepemimpinan Mayjen TNI Eddie Marzuki Nalapraya, perguruan-perguruan yang ikut aktif dalam memperjuangkan keutuhan IPSI tersebut diberi istilah Perguruan Historis dan dijadikan Anggota Khusus IPSI. Mereka dipandang mempengaruhi sejarah dan perkembangan IPSI serta pencak silat pada umumnya antara tahun 1948 dan 1973 dengan memberikan kontribusi kepada kesatuan pemikiran dalam pembentukan organisasi nasional tunggal pencak silat Indonesia yang diberi nama IPSI, kesatuan tekad untuk mempertahankan IPSI sebagai satu-satunya organisasi nasional pencak silat di Indonesia, kesatuan dukungan untuk menjadikan IPSI sebagai anggota KONI dan kesatuan dukungan untuk memasukkan pencak silat dalam PON sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sepuluh Perguruan Historis tersebut adalah:

  1. Persaudaraan Setia Hati Terate
  2. Persaudaraan Setia Hati Winongo (Tunas Muda)
  3. Kelatnas Indonesia Perisai Diri
  4. PSN Perisai Putih
  5. Tapak Suci Putera Muhammadiyah 
  1. Phasadja Mataram 
  1. Perpi Harimurti
  2. Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI)
  3. PPS Putra Betawi
  4. KPS Nusantara

Keputusan Kongres IPSI IV ini juga mengesahkan peraturan pertandingan pencak silat untuk dipergunakan dalam PON VIII tahun 1973 di Jakarta. Pada PON itu cabang pencak silat diikuti oleh 15 daerah dengan 106 atlet putra dan 22 atlet putri. Pada tanggal 27 April sampai 1 Mei 1975 dilangsungkan Kejuaraan Nasional Pencak Silat I di Semarang yang diikuti oleh 18 provinsi. Pada Munas IPSI tahun 2003, Ketua Umum PB IPSI yang dijabat oleh Mayjen TNI Eddie Marzuki Nalapraya digantikan oleh Letjen TNI Prabowo Subianto.

 

Perguruan Silat Indonesia

 


            PERGURUAN SILAT INDONESIA – Pencak Silat seni beladiri asli Indonesia merupakan seni beladiri tangan kosong yang paling ampuh nomer di dunia. Teknik beladiri ini sejatinya ialah seni beladiri yang berasal dari Asia tenggara yang lahir dari budaya orang melayu, dan sudah menyebar luas di tanah Indonesia sejak lampau, selain itu penyebaranya sudah sampai negara-negara Asia Tenggara lain termasuk Thailan selatan, Vietnam, Singapura, Filipina dan Brunei Darusalam.

 

*30 Perguruan Silat Indonesia*

 

1.SH. Setia Hati Terate

 

Perguruan persaudaraan Setia Hati Terate berdiri pada tahun 1922 oleh Ki.Hadjar Hardjo Oetomo di kota Madiun Jawa Timur, dalam teknik silatnya terdapat 36 jurus silat warisan dari Ki.Ngabei Soerodiwirjo, dan banyak jurusnya merupakan kumpulan dari aliran silat yang berada di taha jawa juga nusantara.

Syarat menjadi warga pada Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate terlebih dahulu harus mengikuti latihan dasar dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap latihan ini seseorang tersebut sudah bisa disebut siswa atau calon warga.

 

2.SH. Setia Hati winongo

   


SH winongo didirikan 1903 dengan nama awal yaitu perguruan persaudaraan Sedulur Tunggal Kecer, di kota Surabaya oleh Bpk. Ki Ngabehi Soerodwirjo. Saat itu Joyo Gendilo yaitu nama permainan pencak silatnya, hanya dengan 8 murid termasuk adik kandung Ki Ngabehi Soerodwirjo yaitu Noto dan Kenevel asal Belanda.

Pada tahun 1915 nama latiahnya diubah menjadi Joyo Gendilo Cipto Mulyo, lalu mulai menyebar dan menjadi populer di masyarakat Madiun pada tahun 1917, yang kini oleh Ki Ngabehi Soerodwirjo namanya diubah menjadi Persaudaraan Setia Hati.

 

3.IKS.PI Kera Sakti

   


Perguruan IKS.PI Kera Sakti, ialah perguruan beladiri asal kota Madiun yang mengajarkan teknik beladiri dari dua aliran Kung-Fu dan Silat, Kung-Fu adalah beladiri tradisional daratan China yang mengadopsi Jurus Kera aliran Selatan dan Utara atau dalam bahasa China disebut Nan Pie Ho Jien.

Perguruan ini pertama kali di dirikan di Indonesia oleh R.Totong Kiemdarto di kota Madiun Jawa Timur tanggal 15 Januari 1980.

Nama tambahan Kera Sakti sendiri di adopsi dari gerakan Sun Go Kong, yang artinya Kera Sakti yaitu Raja Kera Gunung Hwa Ko San, di dalam Legenda Kuno dan di kisahkan bahwa dia kera cerdik, perkasa, kuat yang pernah mengacau Kahyangan di Langit.

 

4.PN. Pagar Nusa

Sejak dahulu, Perguruan silat Indonesia di lingkungan Pesantren NU, ada banyak aliran silat baik asalnya di Jatim, Jabar, Jateng, Banten, Betawi, Minang, Mandar, Mataram, dan lainnya. sangking banyaknya disinilah Pagar Nusa mulai dibentuk sebagai wadah berkumpul perguruan silat dibawah naungan NU.

Jati diri Pagar Nusa sendiri sama dengan jati diri NU yaitu. Ukhuwah Pagar Nusa yang artinya Persaudaraan tanpa membedakan aliran dan perguruan silat di dalam PN atau Pagar Nusa.

Walaupun di Pagar Nusa memiliki ciri khas masing-masing, tetap tidak ada beda Pagar Nusa masih tetap satu saudara. Tak heran jika dari kita ada mengenal. PN Gasmi, PN Batara Perkasa, PN Satria Perkasa Sejati, PN Nurul Huda Pertahanan Kalimah Syahadat (NH Perkasa), PN Cimande Kombinasi, PN Sakerah, PN Tegal Istigfar, PN JPC, PN Bintang Sembilan, PN Sapu Jagad, dll.

 

5.TS. Tapak Suci

 

 

Perguruan Tapak Suci lahir atas desakan murid-murid di Perguruan Kasegu terhadap Pendekar Moh. Barrie Irsyad agar menciptakan perguruan silat yang sejalur dengan, Cikauman, Seranoman, dan Kesegu. Akhirnya berdirilah Tapak Suci pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Ketua Umum pertamanya Djarnawi Hadikusumo.

Setelah didirikan Tapak Suci sudah mulai mencabang di daerah-daerah, untuk menjadi wadah silaturahmi pendekar Muhammadiyah, pada tahun 1964 ketika Muhammadiyah diketuai oleh KH Ahmad Badawi, Tapak Suci menjadi organisasi otonom Muhammadiyah, yang lalu nama perguruan disingkat menjadi TS atau Tapak Suci.

Mulai saat itu perguruan Tapak Suci yang keilmuannya berlandaskan Al Islam, bersih dari syirik dan sesat, dengan mental dan gerak tanduk kesucian mengutamakan Iman dan Akhlak, mulai menyebar di daerah mana-mana.

 

6.CIMANDE

Perguruan Silat Cimande, adalah perguruan silat tertua yang gerakannya banyak sekali diadopsi oleh berbagai perguruan silat di Nusantara.

 

7.MP. Merpati Putih

Perguruan Silat Merpati Putih yang dikenal dengan perguruan pencak bela diri tangan kosong yaitu PPS Betako.

 

8.PD. Perisai Diri

 

Perisai Diri merupakan salah satu dari sepuluh perguruan silat yang mendapat predikat Perguruan Historis karena mempunyai peran besar dalam sejarah terbentuk dan berkembangnya IPSI.

Perisai Diri, pertama kali didirikan oleh RM.Soebandiman Dirdjoatmodjo, paada tanggal 2 Juli 1955 di kota Surabaya, Jawa Timur.

Perguruan Perisai Diri di dalamanya mengandung 156 teknik aliran silat dari berbagai daerah di Nusanta lalu ditambah aliran Shaolin dari negeri China, Pesilat Perisai Diri diajarkan bagaiman teknik beladiri efektif dan efisien, yang di sebut latihan serang hindar dan mottonya adalah“Pandai Silat Tanpa Cedera.

Pak Dirdjo yang dipanggil dengan nama Soebandiman atau Bandiman oleh teman-temannya, ketika itu merasa belum puas dengan ilmu silat yang dimiliki, beliau akhirnya merantau menimba ilmu. Tempat yang pertama yang ia kunjungi adalah, Jombang lalu, Semarang, Cirebon, dan kota lainya.

9.Persinas Asad

Perguruan silat Persinas Asad dikenal dengan perguruan silat yang religius dan banyak mencetak pesilat di kancah internasional, banyak atlet-atlet Persinas Asad yang mengikuti pertandingan World Art Championship.

 

9.Persinas Asad

 

     Perguruan silat Persinas Asad dikenal dengan perguruan silat yang religius dan banyak mencetak pesilat di kancah internasional, banyak atlet-atlet Persinas Asad yang mengikuti pertandingan World Art Championship.

 

10.Pamur. Pencak Silat Angkatan Muda Rasio

Perguruan silat Pencak Silat Angkatan Muda Rasio atau yang disingkat Pamur, perguruan yang didirikan oleh Raden Hasan Habudin, pada tanggal 31 Desember 1951 di Pamekasan pulau Madura. Perguruan yang satu ini mengandalkan rasio sebagai unsur utama di dalamnya.

 

11.Silat Kijang Berantai

Perguruan Silat Indonesia Kijang Berantai pendirinya perguruan adalah Hj. Djuhardi kabupaten Sambas.

 

12.Silat HASDI

Perguruan HASDI atau Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia didirikan oleh R.S. Hasdijatmiko pada tahun 1961 sebagai pusat kabupaten Jember, merupakan perguruan silat yang mengembangkan teknik gerak silat cepat juga lugas.

 

13.Silat Riksa Budi Kiwari

Perguruan Silat Riksa Budi Kiwari, adalah perguruan silat yang didirikan oleh Ujang Jayadiman pada tahun 1982 di kota Bandung. Perguruan ini telah mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun di tingkatan internasional.

 

14.Silat Tunggal Hati Seminar

Perguruan silat Tunggal Hati Seminari. Tunggal Hati Maria, organisasi pencak silat Katolik, didirikan oleh 7 dewan pendiri, di antaranya yaitu Romo Hadi, Pr dan Romo Sandharma Akbar, Pr.

 

15.Silat Siwah

Perguruan silat Siwah, aliran asli berasal dari Aceh ini memadukan empat aliran, yaitu aliran Peureulak, Aceh Besar, Pasee, dan Pidie.

 

16.Silat Porsigal

 

Perguruan silat Indonesia Porsigal atau Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat ini didirikan oleh Atimiyanto, S.H. di kota Blitar tanggal 2 Maret 1978, pengembangan dari silat Sentono silat warisan Heyang Ageng Raden Tumenggung Hasan Witono.

 

17.Silat Zulfikari

 

Perguruan Silat Zulfikari bela diri yang di pelopori oleh Qadiri Rifai Tariqa.
ajaran bela diri dari Qadiri Rifai Tariqa Silat muslim Zulfikari adalah seni beladiri yang dikembangkan Shaykh Taner Ansari, pemimpin tarikat Qadiri Rifai yang berpusat di Amerika Serikat. Shaykh Taner Ansari yang kelahiran Turki ini senang belajar ilmu sufi dan seni beladiri.

Soal beladiri, ia belajar hingga ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, ia mempelajari pencak silat aliran Cimande. Aliran inilah yang kemudian mendominasi gerakan Silat Muslim Zulfikari.

 

18.Silat Gerana

 

Perguruan Silat Gerana atau Gerak Raga Buana berasal dari kota Bandung, didirikan oleh tuga orang, yaitu Ujang Tohari, Yuliandi P, dan Oga N.I. Pencak silat ini mengacu pada gerak dan kaidah silat dalam perpaduan pernapasan murni yang diolah di dalam tubuh manusia melalui proses rileksasi dan konsentrasi.

 

19.Silat Sharaf

 

Perguruan Silat Sharaf atau Silat Mubai, aliran silat modern yang agresif yang menekankan latihan pada pertarungan tangan kosong dengan pisau, juga bagaimana cara mengatasi senjata api, ataupun gulat langsung.

 

20.Silat Hikmatul Iman Indonesia

 

Perguruan Silat Hikmatul Iman Indonesia perguruan ini didirikan oleh Dicky Zainal Arifin, merupakan aliran tersendiri tanpa pengaruh dari aliran silat manapun.

 

21.Silat Elang Putih

 

Perguruan Silat Elang Putih adalah perguruan bela diri yang berada di kota Bogor. Ini merupakan aliran silat yang terdiri dari gabungan pencak silat di Jawa Barat.

 

22.Silat Pusaka Sakti Mataram Lakutama

 

 

Perguruan silat Indonesia Pusaka Sakti Mataram Lakutama PPS Inti Ombak adalah  perguruan silat berpedoman pada seni bela diri Kesultanan Mataram yang bercampur dengan aliran Madura, lalu berkembang dengan tujuan utama pelestarian budaya bangsa.

 

23.Silat Pertempuran

 

Perguruan Silat Pertempuran adalah aliran silat yang terdiri dari beberapa aliran, yaitu Silat Pamur dan Silat Sterlak, termasuk Seni Bela Diri Silat Jati Wisesa juga Raja Monyet Silat.

 

24.Silat Gerakan Suci / Silat Mande Muda

 

Perguruan Silat Gerakan Suci adalah pengembangan Pencak Silat Perguruan Mande Muda.

 

25.Silat Tri Bela

 

Perguruan Silat Tri Bela adalah seni bela diri  gabungan dari tiga aliran IPSI, dan dua aliran tradisional, Tri Bela adalah perguruan silat olahraga dan kesehatan sebuah unit kegiatan di IKIP Padang atau Fakultas Pendidikan Olahraga.

 

26.Silat Maung Lugay

 

Perguruan Silat Indonesia Maung Lugay didirikan oleh Usman Wijaya dan Ashari, perguruaan ini asalnya berasal dari Rawa Badak Utara Koja kota Jakarta Utara yang saat ini bercabang di Cikarang Utara, Bekasi.

 

27.Silat Bintang Suci

Perguruan Silat Bintang Suci adalah aliran silat yang terdiri dari lima gabungan aliran pencak silat Indonesia.

 

28.Silat Rangjat

 

Perguruan Silat Rangjat adadah Persaudaraan silat seni bela diri yang berpusat di, inti daya Padepokan Ranggah Jati.Persaudaraan Seni Beladiri Pencak Silat Inti Daya Padepokan Ranggah Jati. Didirikan di Yogyakarta tahun 2012 februari 21, oleh Dwi Warsanto B.N., S.Pd. Perguruan ini sebelumnya sudah di matangkan dari tahun 2004 di mulai dengan nama Psifisionergi hingga RangJat (Ranggah Jati) sekarang 2012 Di dalam Padepokan RangJat menerapkan, seni ilmu beladiri berlapis, dengan konsep beladiri berdasar kekuatan dan kecepatan atau inti daya atau power.
 

 29.Silat GADJAH PUTIH JATI WISESA

     Gadjah Putih Jati Wisesa adalah salah satu Seni Bela Diri Silat yang ada di negara Indonesia. Walaupun kepengurusan paguron masih belum lama terbentuk, namun gaung Gadjah Putih Jati Wisesa sudah lama terdengar bahkan sampai ke manca negara.

 

30.Silat Raja Sterlak

 


 

 

     Demikian tadi beberapa info tentang perguruan silat Indonesia, semoga bermanfaat, kalaupun ada yang sekedar ingin tau saja, semoga bertambah juga pengetahuannya, sampai jumpa juga di artikel-artikel lainya sekian terima kasih.

 

SALAM PERSAUDARAAN